Hallo guys, terimakasih ya udah mampir ke blog aku ^_^

Minggu, 06 September 2015

Cerita Pendidikan

Namaku Norma Eka Apriliana. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Ya bukan yg pertama sih, tapi aku terlahir sebagai anak kembar. Namun aku lahir yg ke-2. Hehe tapi ya selalu nyebutnya anak pertama. Aku terlahir dari keluarga sederhana yg penuh kebahagiaan dan kehangatan bersama. Soal pendidikan kalau dibilang bodoh ya aku ga bodoh-bodoh amat, kalau dibilang pandai ya ga pandai-pandai amat. Pokoknya standart ajalah pernah dapat ranking, hehehe. Dulu aku pertama sekolah itu di TK Mardisunu selama 2 tahun, ya karena dulu aku masih terlalu kecil untuk masuk SD jadi di TK 2 tahun sendiri. Lalu aku masuk SD di SD Negeri Tanjungsari 1 selama 6 tahun, ya selama SD ini selalu dapat ranking dulunya. Dan berlanjut masuk ke SMP Negeri 3 Tulungagung di kelas E, ya mungkin karena pasnya danem dulu disini. Awalnya dulu ga 1 kelas sama sodara kembar, tapi karena orangtua minta dijadikan satu kelas. Wkwkwk. SMP ya cukup 3 tahun dapat lulus dengan danem yg lumayan dan akhirnya masuk ke SMA Negeri 1 Boyolangu atau ngetrendnya disebut SMUBOY/SMABOY. Ya pilih sekolah yg bagus dan dekat dari rumah. Sekolah hits yg banyak kegiatan dan prestasinya. Hehehe. Senang sekali sekolah disini selama 3 tahun, 1 tahun dikelas 10-2 dan 2 tahun dikelas IPA5. Ciieeee anak IPA, wkwkwk. Aslinya ga pinter-pinter amat, tapi takdirnya masuk di IPA 😜.
SMA selesai dan akhirnya aku masuk kuliah, tujuan awalnya ga ke kampus ini. Aku masuk di STKIP PGRI Tulungagung, bukan seperti rencana awal dan tujuan awal ini sebenarnya, namun ya karena sudah nasibnya mungkin aku belajar disini dan dekat rumah, hemat biayakan ya. Wkwkwk. Aku belajar disini kurang lebih 4 tahun lamanya. 4 tahun yg berkesan dengan teman-teman jurusan pendidikan matematika, tepatnya di kelas B. 4 tahun belajar bersama cukup menyenangkan dan membahagiakan. Memperoleh ilmu yg cukup banyak disini, menemukan sahabat yg sangat baik juga. Suka berkumpul bersama dan menghabiskan waktu bersama. Nggak nyangka sekarang kami sudah lulus dan mendapat gelar Sarjana. Disini namaku bertambah menjadi Norma Eka Apriliana, S.Pd. Mungkin inilah awal dari kehidupan yg sebenarnya, masuk dunia kerja dan menata masa depan. Aku senang melewati masa-masa ini. Masa-masa sekolah dan menuntut ilmu. Dari sini aku mendapat banyak ilmu dan pengetahuan, juga teman dan sahabat baik. Mulai dari TK sampai kuliah semua menyenangkan dan takkan terlupakan. Terimakasih untuk bapak, ibu, keluarga besar, guru-guru dan dosen-dosenku.

Sabtu, 05 September 2015

Sesalkah Yang Membuatmu Ingin Kembali Padaku

Aku punya cerita menyedihkan diawal tahun 2014 lalu. Iya, ini tentang aku dan dia. Dia yang bernama Yeris Andi, seorang pria yang selalu berusaha membuat aku bahagia dan menuruti segala permintaanku. Aku dan dia pernah menjalin hubungan pacaran kurang lebih 3 tahun lamanya. Memang sih aku dan dia sering berantem karena hal sepele dan sering putus nyambung ya hanya hitungan hari saja. Mungkin aku terlalu meremehkan hal itu dan tak disangka pada akhir Januari 2014 itu aku dan dia resmi berpisah. Awalnya aku nggak percaya dengan keadaan itu, tapi aku berusaha menerimanya. Sesaat perpisahanku dengannya, dia memiliki wanita lain. Iya, mungkin karena adanya wanita itu aku dan dia berpisah.
Pada saat itu aku berharap mereka tak akan bahagia. Rasanya enak saja, disini aku sakit hati dan terpuruk sedangkan mereka bersenang-senang berdua. Tak dipungkiri rasa dendam itu ada dan selalu berdoa agar mereka segera berpisah dan aku dapat memiliki dia lagi. Namun semua tak seperti yang aku harapkan, aku coba terima kenyataan itu. Hingga aku berusaha untuk mencari kebahagiaanku sendiri, menghilang dari dunianya, menghapus semua hal yang berhubungan dengan dia. Iya, akhirnya aku berhasil bahagia sendiri tanpanya. Kulakukan segala hal yang bermanfaat dan menjadi perempuan yang lebih baik dari sebelumnya.
Hingga kini 2015, dimana aku sudah mulai berubah dan tak berpikir seperti dulu lagi. 1,5 tahun lamanya aku dan dia tak berhubungan, dengan tiba-tiba dia ingin hadir kembali ke kehidupanku. Bukankah ini yang aku inginkan dari dulu? Iya benar, ini yang aku inginkan sejak 1,5 tahun lalu. Namun apa, aku tak punya perasaan senang atau bahagia saat dia ingin kembali denganku. Aku merasa biasa saja dan tak tertarik untuk kembali dengannya. Aku malah merasa ilfeel dan tak ingin merespon dia lagi. Aku merasa cuek ke dia saat dia mencoba berkirim pesan denganku. Aku tak mengerti kenapa aku seperti ini, iya mungkin perasaan sayang itu sudah hilang. Mungkin sekarang dia menyesal telah menyia-nyiakanku dulunya. Dia memujiku, bahwa aku pandai, pintar, cerdas dan orangtuaku pasti bangga denganku. Dia berbicara seperti itu, kalau dia tau aku perempuan yang baik dan berpendidikan tinggi, kenapa dulu aku ditinggalkan hanya karena perempuan yang mungkin dirinya tak sebaik aku? Apakah aku seperti sampah? Yang seenaknya dibuang begitu saja dan ketika butuh dicari lagi? Sesalkah yang membuatnya ingin kembali padaku? Atau aku hanyalah sebagai batu loncatan untuk menemaninya ketika dia terpuruk sekarang, ketika dia sudah putus dengan perempuan yang dulu merebut dia dariku?
Aku tak mengerti dengan jalan pikirnya, aku coba untuk biasa saja dan tetap membalas pesannya walau jarang sekali kubalas dengan baik. Aku tak mau diremehkan juga, sebagai perempuan yang pernah disakiti dan ditinggalkan begitu saja, aku takkan pernah bisa lupa atas kejadian waktu itu.
Mungkin dia pikir ketika dia ingin kembali denganku, aku akan senang hati menerima dia kembali. No no no, aku bukan perempuan seperti itu. Meskipun dulu begitu mengharapkannya kembali padaku, untuk sekarang aku tak ada keinginan untuk kembali dengannya.
Ketika seorang memilih untuk pergi dari hidupku, jangan harap dia dengan mudahnya bisa kembali padaku. Butuh perjuangan yang keras untuk bisa masuk dalam hidupku kembali. Kesempatan itu selalu ada, namun harus dengan usaha yang bisa membuat hatiku luluh kembali.
Dengan aku yang seperti sekarang, aku takkan bisa menerima dia kembali gitu aja. Mungkin dia menyesal sekarang tahu aku menjadi seperti ini.
Iya, jerih payahku selama ini pasti akan membuatku terasa berbeda dari yang dulu. Meniti karir, mempersiapkan masa depan dan menabung.
Aku percaya, kalau kita berkwalitas pasti nanti juga banyak yang ingin bersama kita. Yang aku tahu sekarang, aku hanya ingin memperbaiki diriku dan kwalitas diri sebaik mungkin. Tak dipungkiri nanti juga akan memilih pasangan yang berkwalitas juga. Dalam hal berpikir, tak seperti dia yang telah pergi dan ingin kembali yang masih labil dan tak bisa berkomitmen.
Sekian ungkapan hatiku hari ini.

Minggu, 30 Agustus 2015

Just wanna say thankyou


Minggu, 30 Agustus 2015.
Pagi ini kutulis sebuah note dalam HP ku. Lebih tepatnya bertema hari kemarin. Iya kemarin Sabtu, 29 Agustus 2015 aku resmi lulus kuliah dan wisuda S1 dan mendapat gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan). Rasanya seperti kemarin baru Ospek, eh ini sudah wisuda aja. Mungkin ini hal biasa, tapi bagiku ini sungguh membahagiakan. Tidak hanya diriku tapi juga keluargaku tentunya bahagia bisa mendampingi anaknya wisuda. Namun sayangnya pas wisuda aku masih saja belum memiliki pasangan. Hahaha... iya pasangan, kadang merasa envy melihat saudara kembar sama pacarnya. Duhhh duhhh... tapi tak apalah, belum nemuin jodoh yang tepat mungkin aku sekarang.
Tetapi aku sangat berterimakasih untuk orang-orang yang sudah menemani dan memberi semangat padaku dalam menyelesaikan perkuliahan selama kurang lebih 4 tahun ini. Kalau orang tua dan keluarga sudah pasti sangat membantu. Tapi ini ungkapan untuk orang yang pernah dekat denganku. Kuliahku dimulai saat aku pacaran sama Yeris Andi, orang yang sangat setia dan sabar menemani dan membantuku mencari dan mempersiapkan segala hal keperluan OSPEK kala itu. Sangat ribet dan repot mempersiapkan Ospek hingga waktunya harus tersita untukku. Tak lupa ku ucapkan terimakasih banyak atas segala hal yang sudah kamu lakukan. Dan saat aku masuk semester akhir menyelesaikan skripsi, aku berpacaran dengan Ardy Chandra. Kala itu tepat dimana skripsi mulai kukerjakan. Rasanya pas banget ya, dia kasih semangat untuk cepat menyelesaikan skripsiku agar bisa cepat lulus, kami bisa bersama dan cepat menikah. Haha benar-benar konyol sekali, tapi aku tak memungkiri bahwa dengan adanya kamu aku jadi lebih semangat menyelesaikan tugas akhirku. Iya, tak lupa ku ucapkan terimakasih banyak atas segala hal yang kamu buat dan lakukan untukku. Meskipun pada akhirnya kita berpisah saat 1 minggu sebelum aku sidang skripsi. Harusnya kalau kita masih bersama, aku dan kamu bisa foto bersama dan kamu bisa menghadiri acara wisudaku. Namun sayangnya kita sudah terpisah. Padahal dulu kita sudah merencanakan untuk wisudaku, kamu akan pulang dan menemaniku. Namun tak apalah kalau ini takdirnya. Just wanna say thankyou, this all done because of you.

Kamis, 27 Agustus 2015

Selamat Ulang Tahun

Hari ini kamu ulang tahun.

Selamat ulangtahun ya mas. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Cita-cita dan keinginannya dapat tercapai dan terwujud. Bisa jadi kebanggaan orangtua dan selalu berbakti. Semakin lebih baik lagi dan lagi. Jaga ibadahnya. Jangan lupa bahagia dan selalu bersyukur. Wish U all the best n GBU.

Yaaaa hanya itu yang bisa aku ungkapkan untukmu. Sekedar pesan singkat berupa kata-kata dan doa. Ma'af aku tak bisa memberikan apa-apa. Ma'af aku tak bisa menemui dan mengucapkannya secara langsung padamu. Tak seperti kamu waktu itu, pulang jauh-jauh dari Jakarta ke Tulungagung demi untuk menemuiku di ulang tahunku April kemarin. Ma'af yaaaa mas.

Tapi percayalah, dalam setiap doaku kusebut namamu. Kudoakan yang terbaik untukmu. Kutuliskan puisi ini untukmu di hari spesialmu.

Hari demi hari telah terlewati.
Bulan hingga tahun silih berganti.
Aku tahu semua takkan abadi.
Yang ada di dunia semua akan mati.
24 tahun lalu kau hadir menginjak bumi.
Sungguh kau sangat berarti.
Tangis tawamu mengisi hari-hari.
Waktu berubah semua berubah.
Tak terasa kini kau beranjak dewasa.
Menjadi seorang pria bijaksana.
Menjadi kebanggaan keluarga.
Aku tahu hidup tak selalu bahagia.
Tetap syukuri apa yang ada.
Jangan pernah berputus asa.
Dalam membahagiakan orang tua.
Aku tahu jalanmu masih panjang.
Impianmu sangat besar.
Jangan pernah menyerah.
Kupanjatkan doa-doa terbaik untukmu.
Walaupun aku tak disampingmu, bukan berarti aku melupakanmu.
Salam rindu dariku.

Kamis, 20 Agustus 2015

Masih Kamu

Aku sayang kamu.
Kamu, iya kamu. Dan masih kamu.
Kamu yang meninggalkanku tanpa kamu tau sakitnya aku.
Kamu yang kucinta dengan sepenuh hatiku.
Tak terkira rasa ini sulit hilang dariku.
Tak terkira kamu mampu menguasai hati dan pikiranku.
Aku termangu menunggu dirimu.
Dirimu yang bahkan kutau tak mungkin bisa kembali kepelukanku.
Mampukah aku menahan gejolak rasa ini.
Rasa yang selalu hadir disetiap hari.
Kubuka mataku selebar-lebarnya.
Melihat begitu banyak pria pilihan diluar sana.
Namun apa? Aku belum bisa menerima mereka masuk dalam hati dan pikiranku.
Aku belum bisa menggantikanmu dalam benak dan pikiranku.
Karena yang kutuju hanya namamu dalam setiap sujud panjangku.
Semoga doa dapat menjadikanmu sadar bahwa hanyalah aku yang mampu membahagiakanmu.
Dengan segenap jiwa dan rasaku, kupanjatkan doa-doa terbaik untukmu.
Meskipun kutau, kamu tak pernah menganggapku.
Itu tak masalah bagiku, yang kutau inilah rasaku untukmu.

Rabu, 19 Agustus 2015

Menyapamu Dalam Doaku

Aku suka menulis. Menulis adalah caraku bercerita tanpa suara. Mencurahkan segala hal yang aku rasa dalam untaian kata dan kalimat. Kutuliskan ungkapan padanya, padanya yang sampai saat ini belum kuketahui siapa dia. Mungkin hanya biasa saja tapi inilah caraku mencintaimu tanpa mengusikmu wahai calon imam yang selalu kurindukan. Hanya Allah SWT semata yang tahu. Hallo kekasihku yang sedang dirahasiakan olehNya, izinkan aku menyapamu dalam setiap doaku. Menyapamu dalam untaian doa panjangku selepas kulakukan kewajiban dariNya. Ya Allah, sampaikan rasa cinta ini kepada dia yang selalu kurindukan kehadirannya dalam hidupku. Bukan fisik yang tampan tapi dia yang selalu menjaga ibadahnya untukMu. Bukan yang bertahta seperti raja, hanya ingin yang bertanggungjawab dan setia. Bukan dia yang berbuat maksiat tapi dia yang taat pada jalanMu. Ya Allah, damaikan hati ini dari kekecewaan masa lalu yang terkadang teringat dibenakku. Ya Allah, aku hanya meminta pilihkan imam terbaikMu untukku. Aku lelah jika harus ku terjatuh lagi. Aku lelah ketika kusalah menambatkan hati ini pada orang yang salah, pada orang yang tiba-tiba hadir dan tiba-tiba pergi begitu saja. Hadirkan imam yang dapat menjaga dan menuntunku pada jalan terbaikMu. Pertemukan aku dengan dia yang benar-benar pilihanMu untukku, agar ku temukan cinta sejati itu.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Biarlah Allah Yang Akan Menjawab Semuanya

Aku dan kamu pernah dalam 1 ikatan cinta yang kurang lebih kita jalin selama 3 tahun. Iya, 3 tahun bukanlah waktu yang singkat untukku dan juga untukmu. Kita jalin tali kasih kita sejak jaman SMA hingga aku berada di semester 6 dan kamu bekerja di perusahaan swasta. Aku dan kamu LDR 2 tahun lebih, dan kita sudah terbiasa dengan cinta berjarak. Aku rasa kamu dulu begitu mencintaiku, namun ternyata keyakinan itu pupus saat aku dan kamu dalam keadaan yang tidak baik. Kita putus, dan memutuskan untuk tidak lagi berhubungan.
Haiii lelaki yang dulu pernah sangat aku cintai, kamu tau? Saat itu aku hancur, hubungan serius yang sudah dibangun dengan ketulusan dan keikhlasan bertahun-tahun akhirnya sirna begitu saja. Ada satu hal yang membuatku lebih hancur saat itu, dengan mudahnya kamu dapat penggantiku. Atau bahkan hubungan kita berakhir karena wanita itu.
Iyaaaa, sejak saat itu aku menjadi trauma dan sangat pemilih dalam mengawali suatu hubungan yang namanya pacaran. Sejak saat itu aku berusaha untuk bahagia sendiri dan yakin jikalau jodoh tak akan kemana.
Hingga akhirnya aku dekat dengan beberapa cowok, dan menjomblo selama 1 tahun lebih. Tiba saatnya datang sosok lelaki yang dulu mengajakku kenalan di dunia maya dan akhirnya aku merasakan kenyamanan bersama dia hingga pada akhirnya aku dan dia pacaran, namun tak lama kami putus.

Saat aku sendiri, aku dan kamu akhirnya berteman kembali, kita saling chating dan mungkin ini waktu kamu dan cewekmu sedang ada masalah. Kamu tanyakan perasaanku dan aku jujur sudah hilang rasa dan tergantikan. Bahkan diriku yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Hingga 2 bulan kemudian kamu menanyakan kembali padaku, apakah masih ada kesempatan untuk kembali padaku. Aku pikir kenapa kamu bisa menanyakan hal ini. Kamu menyesal? Kamu ingin kembali padaku? Kamu lelah? Hahaha.
Rasanya bagaikan tak percaya, cowok yang dulu mengabaikan dan membuangku seperti sampah pada akhirnya meminta dan menanyakan adakah kesempatan untuk bisa menjalin tali kasih kembali. Kurasa kamu belum bisa bersikap dewasa, masih kayak anak SMA pikirannya. Yang menganggap suatu hubungan itu seperti main-main. Selama kita berpisah hingga akhirnya kita berkirim pesan kembali, tak kurasakan ada perubahan pada dirimu. Kamu tetap seperti dulu, belum bisa bersikap dewasa. Jujur aku sudah tak berharap bisa balikan sama kamu, namun apa dayaku jika memang nanti kita berjodoh aku tak bisa menolak kenyataan itu.
Makanya, saat kamu tanyakan apakah ada kesempatan padamu kembali denganku, aku tak bisa jawab.
Aku hanya bisa katakan hal sederhana ini :
Jika kamu berharap kita berjodoh, selipkan namaku dalam setiap untaian doa panjangmu sesudah sujudmu untukNYA. Aku tak perlu menjawab pertanyaanmu itu. Biarlah Allah dan waktu yang akan menentukan nantinya. Tetap istiqomah, jaga diri dan selalu perbaiki diri hingga waktunya tiba nanti. InsyaAllah kalo kita berjodoh, aku akan kembali dalam pelukmu dalam keadaan yang lebih baik dan hallal. Simpan dulu rasa cinta dan sayangmu itu untukku, jika saatnya tiba nanti entah rasa itu semakin besar atau malah memudar, biarlah Allah yang akan tentukan segalanya.
Hanya itu yang bisa aku katakan dan ungkapkan saat ini, aku tak tahu harus menjawab seperti apa. Kuharap kamu mengerti dengan jawabanku dan semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ma'af jikalau jawabanku membuat hatimu tak enak, aku belum bisa menerima hati yang lain sesaat kurasakan patah hati yang sedang kusembuhkan secara perlahan. Pokoknya saat ini mari kita perbaiki diri sebaik-baiknya manusia. Berserah diri pada Sang Pencipta, yakin semua akan indah pada waktunya.

Selasa, 28 Juli 2015

Kita Pernah Dalam Keadaan Baik-Baik Saja

Jarak tak pernah jadi alasan atas perasaan kita yang mulai bertautan. Walau aku dan kamu terpisah ratusan kilometer, namun tak ada kata menyerah. Kita percaya ini cinta saat pertama berjumpa setelah sekian lama hanya berkenalan di dunia maya. Jemari kita mulai bergenggaman dipertemuan kedua. Mungkin terlalu terburu-buru jika menyebut ini cinta. Tapi apakah namanya jika selalu ingin bertemu jika aku dan kamu belum saling ungkapkan rasa. Aku sering merindukanmu di malam yang dingin saat udara terasa lebih mencekit dari biasanya. Hanya suaramu diujung telpon, sekedar pesan singkatmu yang bisa hangatkan suasana. Memang kita tak bisa seperti mereka yang bisa bertemu setiap hari, melepas rindu sesuka hati. Kita hanya dua manusia yang berusaha tak menyalahkan jarak. Aku bertemu denganmu tanpa kutahu apa yg Tuhan mau. Lewat percakapan kita, walaupun hanya melalui sambungan telepon rasanya kamu selalu berhasil menghangatkan hatiku. Hari-hari kita lewati, semanis yang tak pernah kubayangkan. Terlalu manis jika boleh kuandaikan. Maaf jika aku tak bisa bohongi perasaanku, bahwa aku ingin kamu disini tidak datang dan pergi. 
Aku dan kamu pernah dalam keadaan baik-baik saja, mengaku cinta dilingkupi bahagia. Kurasa kamu berbeda dari sosok-sosok lainnya, yang meninggalkanku saat sedang cinta-cintanya. Aku begitu percaya bisikan manismu, aku pegang janji-janjimu. Aku doakan semua mimpi-mimpi kita. Namun ternyata manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang tentukan segalanya. Awalnya kukira kita akan bahagia, membangun cinta dengan kekuatan kita. Awalnya kurasa semua begitu manis, namun ternyata kau berikan luka yang cukup mengiris. Kamu datang saat aku sedang butuh seseorang, seseorang yang mencintaiku tanpa bisikan luka. Seseorang yang menjadikanku satu-satunya. Sosok sederhana yang mencintaiku apa adanya. Sungguh inilah kebodohanku, membiarkanmu masuk ke dalam hati tanpa tau apa yang sesungguhnya terjadi. Saat cintaku semakin tumbuh untukmu, saat perasaan ini tak mampu lagi dibendung, kau malah pergi. Bertanya-tanya mengapa aku bisa begitu mencintaimu.

Dwitasari

Sebelum sejauh mentari, kita pernah sedekat nadi. 

Minggu, 26 Juli 2015

Puisi Rindu

Aku mencintaimu.
Dalam angan dan pikiran masih selalu ada bayangmu.
Aku menyayangimu.
Tak sesederhana kata ataupun ungkapan itu.
Ini nyata apa adanya dalam hatiku.
Dalam keheningan malam ku coba menghapus bayangmu.
Namun apa daya, perasaan ini masih saja menyelimutiku.
Aku sedih, aku galau, aku risau memikirkanmu.
Kamu yang selalu kurindu.
Kamu yang tak mungkin menjadi milikku.

Oh Tuhan, apa salahku.
Perasaan ini muncul tanpa kuingini.
Aku tak ingin berada dalam keadaan ini.
Aku tak ingin merasakan hal ini kembali.
Rasa yang menggebu, mencintai orang yang tak mencintaiku.
Aku tak bisa menahan gejolak rasa yang ada di hatiku.

Aku ingin dia Tuhan.
Aku ingin dia kembali padaku.
Berada dalam pelukku, dalam nyata maupun doaku.
Bukan seperti sekarang, aku hanya bisa memeluknya dalam doaku.

Sesak hati ini mengenang dia yang telah pergi.
Dia yang aku cintai setulus hati.
Dia yang pergi membawa separuh hati ini.
Tak ingin aku sendiri merasakan kepahitan cinta ini.
Lagi dan lagi, aku merasakan kesedihan ini sendiri.
Orang yang aku cintai tak bisa mengerti akan perasaan ini.

Aku mencintai dia Tuhan.
Dekatkan aku dengannya jika dia baik untukku.
Dalam kegalauan hati yang mendalam, kutuliskan puisi rindu ini untukmu.

Dari seorang wanita sederhana yang memiliki cinta luar biasa untuknya.


Inilah Takdir dariNYA

Minggu, 26 Juli 2015.
Well, aku merasa galau, sedih, ga nafsu makan dan dihati rasanya ga enak, tak tenang. Hari ini aku netesin air mata lagi setelah berminggu-minggu tak bisa meneteskannya. Air mataku hari ini pecah meruah tak bisa ditahan. Kemarin tepatnya Sabtu 25 Juli 2015 papa dari Mas Ardy Chandra Kusuma, orang yang dulu pernah menjadi kekasihku berpulang ke Rahmatullah. Ya, Bapak Hadi, papanya mas kemarin meninggal dunia karena sakit yang cukup parah. Alhamdulillah dulu masih sempat bertemu bapak, dan diperkenalkan ke bapak. Namun kemarin bapak sudah tak ada. Aku merasa sedih dan terharu, hari ini aku datang ke rumahnya setelah kurang lebih 5 minggu tak kesana. Turut berduka cita, kasian dengan Bu Erna mamah dari mas. Aku peluk dan cium beliau sambil meneteskan air mata. Tak disangka sampai nangis kayak gitu ga bisa ditahan. Ngebayangin saja kalau aku yang ada diposisi ibu, rasanya ga kuat, sedih. Namun ya mungkin inilah takdirnya, takdir yang harus dilalui. Semua orang nantinya juga akan sama meninggalkan dunia ini. Semua yang ada disini (dunya) hanyalah sementara, sedangkan ada tempat yang lebih abadi nantinya disana (akherat).

Hari ini sedih sekali, jujur aku sangat galau sejak kemarin sampai ga nafsu makan. Memang ya mereka bukan siapa-siapaku, namun aku sudah pernah menganggap mereka sebagai keluargaku sendiri. Berpikir saja jika aku berada diposisi mereka. Mengurus bapak yang sakit, sedih saja melihat bapak waktu masih ada dulu. Beliau kesakitan dan selalu minta dipukuli tulangnya. Ga tega lihat waktu beliau kesakitan waktu masih ada dulu.
Hari ini Bu Erna memeluk dan menciumku, meminta maaf atas semua kesalahan, memberi nasehat agar bisa selalu menjadi teman baik, jika nanti berjodoh pasti akan kembali lagi sama mas Ardy. Rasanya terharu saat ibu bilang seperti itu.

Ya mungkin inilah jalanNYA, jalan terbaik dariNYA. Semoga amal ibadah Bapak Hadi dapat diterima disisiNYA. Ditempatkan ditempat terbaikNYA. Dan keluarga diberi ketabahan, keikhlasan dan juga kesabaran. Aamiin.

Disini masih ada wanita yang selalu mendoakan kebaikan dan kebahagiaan kamu dan kalian semua.