Hallo guys, terimakasih ya udah mampir ke blog aku ^_^

Sabtu, 05 September 2015

Sesalkah Yang Membuatmu Ingin Kembali Padaku

Aku punya cerita menyedihkan diawal tahun 2014 lalu. Iya, ini tentang aku dan dia. Dia yang bernama Yeris Andi, seorang pria yang selalu berusaha membuat aku bahagia dan menuruti segala permintaanku. Aku dan dia pernah menjalin hubungan pacaran kurang lebih 3 tahun lamanya. Memang sih aku dan dia sering berantem karena hal sepele dan sering putus nyambung ya hanya hitungan hari saja. Mungkin aku terlalu meremehkan hal itu dan tak disangka pada akhir Januari 2014 itu aku dan dia resmi berpisah. Awalnya aku nggak percaya dengan keadaan itu, tapi aku berusaha menerimanya. Sesaat perpisahanku dengannya, dia memiliki wanita lain. Iya, mungkin karena adanya wanita itu aku dan dia berpisah.
Pada saat itu aku berharap mereka tak akan bahagia. Rasanya enak saja, disini aku sakit hati dan terpuruk sedangkan mereka bersenang-senang berdua. Tak dipungkiri rasa dendam itu ada dan selalu berdoa agar mereka segera berpisah dan aku dapat memiliki dia lagi. Namun semua tak seperti yang aku harapkan, aku coba terima kenyataan itu. Hingga aku berusaha untuk mencari kebahagiaanku sendiri, menghilang dari dunianya, menghapus semua hal yang berhubungan dengan dia. Iya, akhirnya aku berhasil bahagia sendiri tanpanya. Kulakukan segala hal yang bermanfaat dan menjadi perempuan yang lebih baik dari sebelumnya.
Hingga kini 2015, dimana aku sudah mulai berubah dan tak berpikir seperti dulu lagi. 1,5 tahun lamanya aku dan dia tak berhubungan, dengan tiba-tiba dia ingin hadir kembali ke kehidupanku. Bukankah ini yang aku inginkan dari dulu? Iya benar, ini yang aku inginkan sejak 1,5 tahun lalu. Namun apa, aku tak punya perasaan senang atau bahagia saat dia ingin kembali denganku. Aku merasa biasa saja dan tak tertarik untuk kembali dengannya. Aku malah merasa ilfeel dan tak ingin merespon dia lagi. Aku merasa cuek ke dia saat dia mencoba berkirim pesan denganku. Aku tak mengerti kenapa aku seperti ini, iya mungkin perasaan sayang itu sudah hilang. Mungkin sekarang dia menyesal telah menyia-nyiakanku dulunya. Dia memujiku, bahwa aku pandai, pintar, cerdas dan orangtuaku pasti bangga denganku. Dia berbicara seperti itu, kalau dia tau aku perempuan yang baik dan berpendidikan tinggi, kenapa dulu aku ditinggalkan hanya karena perempuan yang mungkin dirinya tak sebaik aku? Apakah aku seperti sampah? Yang seenaknya dibuang begitu saja dan ketika butuh dicari lagi? Sesalkah yang membuatnya ingin kembali padaku? Atau aku hanyalah sebagai batu loncatan untuk menemaninya ketika dia terpuruk sekarang, ketika dia sudah putus dengan perempuan yang dulu merebut dia dariku?
Aku tak mengerti dengan jalan pikirnya, aku coba untuk biasa saja dan tetap membalas pesannya walau jarang sekali kubalas dengan baik. Aku tak mau diremehkan juga, sebagai perempuan yang pernah disakiti dan ditinggalkan begitu saja, aku takkan pernah bisa lupa atas kejadian waktu itu.
Mungkin dia pikir ketika dia ingin kembali denganku, aku akan senang hati menerima dia kembali. No no no, aku bukan perempuan seperti itu. Meskipun dulu begitu mengharapkannya kembali padaku, untuk sekarang aku tak ada keinginan untuk kembali dengannya.
Ketika seorang memilih untuk pergi dari hidupku, jangan harap dia dengan mudahnya bisa kembali padaku. Butuh perjuangan yang keras untuk bisa masuk dalam hidupku kembali. Kesempatan itu selalu ada, namun harus dengan usaha yang bisa membuat hatiku luluh kembali.
Dengan aku yang seperti sekarang, aku takkan bisa menerima dia kembali gitu aja. Mungkin dia menyesal sekarang tahu aku menjadi seperti ini.
Iya, jerih payahku selama ini pasti akan membuatku terasa berbeda dari yang dulu. Meniti karir, mempersiapkan masa depan dan menabung.
Aku percaya, kalau kita berkwalitas pasti nanti juga banyak yang ingin bersama kita. Yang aku tahu sekarang, aku hanya ingin memperbaiki diriku dan kwalitas diri sebaik mungkin. Tak dipungkiri nanti juga akan memilih pasangan yang berkwalitas juga. Dalam hal berpikir, tak seperti dia yang telah pergi dan ingin kembali yang masih labil dan tak bisa berkomitmen.
Sekian ungkapan hatiku hari ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung